What is your dream?
Assalamualaikum teman”, how are
you today? I hope you be in good condition J Ok, sharing kita kali ini akan
sedikit mengajak teman” sedikit berpikir dan merenung. Sebenarnya untuk apa
kita hidup di dunia ini, what is your dream? J
Teman”, ketika kita berjalan
diatas keimanan kita menuju Alloh SWT dengan realita kehidupan, kita ini
dijembatani oleh satu hal yang namanya kemauan, sekali lagi yang namanya?
Kemauan. Karena itu sekuat apapun pikiran seseorang, sejernih apapun pikiran
seseorang jika kemauannya lemah maka pikirannya itu tidak akan terealisasikan.
Jadi, pikirannya itu hanya angan” kosong tidak menjadi kenyataan. Kita melihat
misalnya al-qur’an dalam beberapa ayatnya mengatakan kemauan ini dengan kata
azima ( عزم) .فأدا
عزمت فتوكل على الله “ maka jika kamu sudah benar” bertekad, maka bertawakallah kepada Alloh”.
Jadi, kemauan adalah jembatan
antara pikiran dan realita kehidupan kita. Rosululloh SAW mengatakan “orang
mu’min yang kuat lebih dicintai Alloh daripada orang mu’min yang lemah”. Dan
salah satu tanda kekuatan seseorang yaitu kekuatan kemauannya. Dalam kehidupan
sehari-hari misalkan, kita ini mudah dipengaruhi oleh orang lain. Marilah kita
bertanya, kita ini mudah terpengaruh oleh orang seperti apa? Apakah kita mudah
terpengaruh oleh orang yang cerdas. Apakah kita mudah terpengaruh oleh orang
yang kuat fisiknya. Apakah kita mudah terpengaruh oleh orang yang ganas/galak
orangnya. Apakah kita mudah terpengaruh oleh orang yang tampan/cantik. Apakah
kita mudah terpengaruh oleh orang yang pandai berbicara/retorikanya bagus.
Kalau kita jeli mengamati, kita akan sampai pada kesimpulan bahwa orang yang
paling mempengaruhi kita adalah orang yang paling kuat kemauannya.
Nah sekarang, apakah teman”
ingin tahu apakah teman” memiliki kemauan yang kuat atau tidak? Caranya
sederhana sekali, cobalah periksa diri masing” dan tanyakan pada diri anda
sendiri, seberapa banyak orang lain mendengarkan anda. Karena itu teman”
dikalangan ulama dahulu, orang yang paling berpengaruh bagi masyarakat umum
bukanlah ulama yang banyak ilmunya,
tetapi ulama yang biasanya memiliki dua karakter, yaitu: 1. Jujur dengan
ilmunya. 2. Memiliki keberanian. Dan kedua nya itu menyangkut masalah kemauan.
Jika sesuatu itu harus disampaikan, maka ia sampaikan. Tidak peduli dengan
orang lain suka atau tidak, ia tidak memikirkannya.
Nah teman”, ketika kita berjalan
menuju Alloh SWT, yang pertama kali Alloh SWT lihat kepada kita adalah sidqul
irodah, bahwa kemauan kita apakah benar” kuat atau tidak. Dengan demikian,
Rosululloh SAW mengatakan “Alloh SWT tidak melihat wajah/rupa” kalian, yang
dilihat Alloh SWT adalah hati-hati kalian”. Dan isi hati yang paling kuat
adalah kemauan.
Ini akan menyadarkan kepada kita
semua, tentang urgensi kemauan atau pentingnya kemauan. Tapi yang kita perlukan
bukan hanya menyadari pentingnya kemauan saja, ada yang lebih penting yaitu
bagaimana cara memperkuat kemauan itu, atau bagaimana membangun motivasi diri.
Ini masalah yang lebih penting dari pada sekedar menyadari pentingnya kemauan
itu.
Nah sekarang mungkin tiga
langkah sederhana ini akan membangun motivasi diri kita sendiri. Yang pertama:
Mengumpulkan tenaga. Kedua: Menggunakan tenaga. Ketiga: Mengembalikan tenaga.
Teman” semua, kemauan adalah tenaga jiwa. Dan karna dia merupakan tenaga jiwa
maka dia tidak berdiri sendiri. Tenaga kita akan kuat apabila dipupuk dengan
baik. Oleh karena itu, langkah pertama yang harus kita ketahui adalah bagaimana
cara mengumpulkan tenaga? Sebenarnya caranya sama seperti tehnik pernapasan.
Kita menarik tenaga, kemudian menyimpannya sebentar, kemudian mengeluarkannya.
Nanti kita akan melihat sendiri pada langkah praktisnya, tenaga yang disebut
kemauan itu seperti terpompa perlahan-lahan dan mengumpul dalam hati sampai
terasa ada sesuatu yang mendorong begitu kuat untuk kita melangkah. Nah
pertanyaan selanjutnya, bagaimana kita mengumpulkan tenaga??
Langkah pertama yang harus kita
ketahui adalah kita harus menyadari kemana tujuan hidup kita?. Ini adalah
jawaban kemana anda mengarah. Mungkin secara pribadi kita harus menyelesaikan
pertanyaan yang satu ini, sebenarnya kita ini mau jadi apa? Sering kali kita
ini begini, misalkan ada pengarahan tentang bagaimana kita belajar agar
berprestasi disekolah, terus kita memang termotivasi setelah itu tapi lama
kelamaan motivasi itu hilang. Misalnya lagi kita mendengarkan seorang ustadz
berceramah tentang pentingnya tilawatil qur’an, dua sampai tiga hari mungkin
kita rajin tilawah qur’an tapi kemudian motivasi itu hilang lagi. Terus
misalnya lagi kita mendengar seorang ustadz berceramah tentang pentingnya
qiyamullail, sekali dua kali kita memang qiyamullail tapi kemudian kita jatuh
lagi, tidak kuat menjalankannya lagi, motivasi itu hilang lagi. Sebenarnya itu
terjadi karena kita belum menyelesaikan pertanyaan ini. Kita ini ingin menjadi
apa sebenarnya. Karena kita tidak mengetahui kemana arah tujuan kita, maka kita
tidak mengarahkan tenaga yang kita miliki. Karena itu orang yang mudah gagal
dalam hidup adalah orang yang tidak punya tujuan hidup atau dia tidak tau dia
ingin jadi apa sebenarnya.
Nah sekarang bagaimana kita
mengetahui tujuan hidup kita? Untuk merumuskannya, kita harus membiasakan
duduk, merenung dan menulis anda mau jadi apa? Ada tehnik yang cukup bagus
untuk mengetahui tujuan hidup kita. Yaitu, coba bayangkan anda pergi ke salah
satu yayasan yang sedang mengurusi peti jenazah, bayangkan anda membelinya dan
anda memasukinya, anda mati ceritanya. Kemudian anda minta di antar ke kuburan
lalu orang-orang lain datang dikuburan anda kemudian menguburkan anda. Kemudian
setelah dikuburkan, orang lain semuanya berdo’a, dan ada beberapa orang yang
memberikan sambutan. Orang yang pertama ialah keluarga anda, kakak, adik, bibi, istri dll. Yang kedua diberikan oleh teman sekolah
anda. Org ketiga diberikan oleh
teman sepergaulan anda. Dan yang keempat diberikan oleh pengurus mesjid/anggota organisasi dimana anda
berada. Sekarang buatlah bayangan apa yang anda inginkan dikatakan oleh orang”
itu tadi. Misalnya keluarga anda, apa yang anda inginkan keluarga itu
mengatakan sesuatu tentang anda yang sudah mati ini, dimana anda tidak punya
hak jawab, anda tidak bias mengatakan TIDAK, TIDAK oh TIDAK, saya tidak begitu
tidak. Dan apa yang anda inginkan teman anda mengatakan tentang anda, disini
anda tidak punya hak jawab, dan disini saat dimana orang tidak mungkin berbasa
basi, apa yang mereka katakan otomatis benar adanya, benar dalam artian bahwa
itulah kesan mereka ttg anda. Masalahnya sekarang adalah, anda ingin diketahui
sebagai apa? Ingin dikenang sbg apa? Kalau kita bias menjawabnya, itulah
sebenarnya tujuan hidup kita, itulah misi yang ingin kita capai.
Nah sekarang, misi ini biasanya
mendorong hal-hal yang baik. Misalnya kita ingin melakukan sesuatu itu dengan
baik syaratnya adalah kita harus mencintai sesuatu itu. Kita tidak mungkin
melakuakn sesuatu yang tidak kita cintai dengan baik. Misalnya, ada seorang
anak yang disuruh orang tuanya untuk kuliah di fakultas kedokteran, tetapi si
anak itu kurang mencintai pekerjaanya,
kurang mencintai jurusan yang ia ambil, ya hasilnya si anak itu tidak akan jadi
seorang dokter yang ulung, dokter yang menguasai segalanya sekalipun ia menjadi
seorang dokter.
Nah demikian pula dengan ibadah.
Kita tidak akan ibadah dengan kuat apabila kita tidak mencintai Alloh SWT
dengan baik. Apabila kita ibadah hanya sekedar dorongan kewajiban yang
mendorong kita. Apalah artinya?? Dan mencintai sesuatu itu karna kita tau
manfaatnya. Karena langkah selanjutnya ialah mengetahui manfaat dari sesuatu
atau tujuan itu. Itulah sebabnya mengapa Rosululloh SAW menyebutkan
pahala-pahala saat kita beribadah. Manfaat shaum untuk sehat, agar kita
bertaqwa dan sebagainya. Manfaat sedekah
dilipat gandakan pahalanya, disenangi orang banyak dan macam-macam kenapa??
Karena manfaat sesuatu itulah yang membuat kita ingin melakukannya. Dan mengapa
Alloh SWT menerangkan nikmat” surga dengan jelas, supaya kita tau manfaat
ibadah dan supaya itu nampak jelas dibenak kita. Misalnya di surge itu ada
bidadari” yang cantik, dadanya menjulang kedepan, terus ada pohon” anggur yang
dibawahnya mengalir sungai” arak yang halal dan sebagainya.
Langkah selanjutnya adalah
jangan membuang tenaga. Artinya seringkali kita itu bersemangat melakukan
sesuatu tetapi kita sangat mudah cape. Sebab kunci utamanya adalah kita tidak
pernah ekonomis menggunakan tenaga, kita sering boros menggunakannya. Oleh krn
itu, apa saja yg membuat tenaga kita terbuang percuma.
1.
Marah,
karena itu org yg suka marah sering mudah cape dlm bekerja/belajar. Rasululloh
saw mengatakan لاتغضب 3x jgn marah 3x. dalam hadits lain, ‘jgn
marah maka kamu akan masuk surga’. Kenapa marah ini membuang tenaga karena
sebenarnya pada saat kita marah ada urat-urat saraf yang terputus. Jadi,
hindarilah hal-hal yang membuat anda marah, oke.
2.
Jangan
banyak bicara, karena pada saat kita ngomong sebenarnya kita itu berpikir. Jika
diantara teman” ada yg dikit-dikit melucu, itu tdk baik. kata rasululloh saw قل خير
او لتسكت ,,
sehingga ketika org lain melihat kita diam, kita berpikir dan ketika bicara
benar-benar hasil pikiran kita (berbobot) bahkan yang kita keluarkan bias
berupa untaian mutiara.
3.
Jangan
senang mencari penghargaan orang lain, kalo kita termasuk org yg ingin dihargai
org lain (cari muka) itu membuang banyak tenaga. Misalnya anak SMP/SMA suka
belagu tingkahnya, padahal cari perhatian didepan cewe, itu menghabiskan
tenaga, banyak pula juga cape sendiri dia.
4.
Buanglah
hal-hal yang sepele/ kita harus tau mana yg penting, kurang penting dan tdk
penting. Maka rasululloh saw mengajari kita “diantara tanda-tanda keislaman
seseorang itu baik, dia meninggalkan urusan”yg tdk berguna bagi dirinya” kita
ini misalnya bukan pemain bola, tapi setiap hari yg kita omongkan adalah bola,
kalo kita jadi pengamat bola, kemudian di undang tv, lah ini mendinglah,
pekerjaan jadi duit, sedangkan kita? Bukan apa-apa. Lah apa kata dunia?
Kemudian yg selanjutnya adalah (step 3) kita tidur dan istirahat
yg cukup. Kalau tidur kita kurang, itu seluruh persendian terasa sakit dan
tidak ada gairah sama sekali utk berpikir, wajah juga kelihatan pucat, karena
itu perlu ada istirahat yg cukup. 8 jam? 6 jam? Tapi yg penting bukan lamanya
kita tidur, tapi yg lebih penting adalah tingkat relaxsasinya, jadi kenyenyakan
itulah yang menentukan. Dan karena itu banyak para ahli pendidikan yang
menyarankan, jgn tidur sebelum capek. Tidur sblum capek itu membuat kita
mengkhayal sebelum tidur, ingat sana, situ macam” ingat anaknya org, kan macam”
yah, yg lainya adalah minum banyak dan posisi tidur. Sekarang kita sudah
memasuki hal-hal yang pertama, maka kita akan mulai merasa dalam diri kita ada
peningkatan dalam hal itu. Sekarang kita sidah siap menggunakan tenaga kita.
Tapi ada hal yang sulit dilaksanakan adalah, misalnya anda sudah
dikenal cerewet, tiba-tiba anda ingin jadi pendiam itu susah, karena dimata
orang lain anda sering melawak, bercanda, pokoknya kalau ada anda suasana jadi
rame atau macam-macam. “Nah itu akan membuat orang-orang aneh. Nah lu, kenapa
lu, sejak kapan kena santet” kata mereka jadinya begitu.
Nah itu baru perjuangan awal. Yaitu merubah citra kita dimata
orang lain, sebenarnya kita gagal disini. Sebenarnya bias diam mulut ini, yang
susah adalah ketika kita sudah dikenal sebagai tukang lawak, humoris, tukang
membanyol dan lail-lain. Nah ini nih yang susah.
Setelah itu kita perlu evaluasi (muhasabah, apa yang belum dicapai?), kemudian kita juga perlu traveling (agar kita tahu semua warna
kehidupan, untuk menentukan warna mana yang anda pilih), kemudian membaca sejarah, (membaca apa yang ditulis dinovel dan lain-lain, supaya
memberikan inspirasi juga).
Saya rasa materi ini tidak akan terasa manfaatnya kecuali
setelah anda mempraktekannya. Misalnya, diam. Kita akan merasakan manfaatnya
setelah diam. Jika diamnya 1,2,3 hari, itu tidak akan merubah anda. Tapi jika
sudah berminggu-minggu, berbulan-bulan dan menjadi karakter anda, anda akan tau
sendiri manfaatnya. Jadi yang saya harapkan dari materi ini adalah ternyata hidup itu perlu direncanakan. Mulai
sekarang TENTUKAN TUJUAN HIDUP ANDA !! Thanks for reading :P
Tidak ada komentar:
Posting Komentar